Bayang-bayang Cermin

Posted: Oktober 1, 2009 in CerPen''Quwh

Bayang-Bayang Cermin

Mediterania berjalan santai di pagi hari menuju sekolah SMA Angkasa Muda Bandung yang tinggal beberapa meter dari hadapannya suasana pagi yang sungguh sangat sejuk dikota kembang ini.

“hai Med, tumben pagi-pagi gini dah dateng.” Tanya teman sekelasku.

“loe nyindir gue nih?’’ kataku sambil mengerutkan kening agak sedikit sebal.

“eh nggak kok jangan marah donkz!!’’

Di siang harinya cuaca yang agak panas dari biasanya membuat banyak siswa SMA Angkasa Muda tak betah berlama-lama berjalan disekitar lapangan. Tapi aku terus menikmati cuaca panas ini dengan bermain basket.

“Med…!!! ayo kesini ngapain sih loe panas-panas gini maen basket, emang nggak ada

kerjaan laen apa??’’   teriak sahabat baikku Cleopatra.

Cleopatra nama yang cantik seperti wajahnya. karena sifatnya itu ia sering dijuluki SINGA alias SI-tukang Ngambek.  Masih banyak sahabatku yang lain Andini yang berjilbab dan pinter, Dicky yang jago maen basket alim pula, Luna yang lucu suka bikin orang ketawa, Rara yang manja dan gendut, Dhika yang baek dan jangkung banget, Desta yang sok jago tapi solider, dan Mia dengan wajah cemasnya.

“tunggu dong Cley tanggung tau!! yang kalah harus traktir yang menang kita kan

masih seri’’

“ugh…pasti lama deh” katanya cemberut.

“Horeee….tim kita menang berkat Memed ama Dicky” kata Luna sweneng.

“gila..!! masa’ tim gue kalah mulu”  Kata Desta ngomel-ngomel.

“udahlah  Des,   namanya juga  permainan  olahraga  ada  yang  kala h juga ada yang

menang  nah  kali  ini  kamu  yang  kalah terima donk dengan lapang dada dan sabar

pasti Allah akan sayang pada orang-orang yang bersabar” hibur Dicky panjang lebar.

“ah.. loe  sih  bisa  ngomong  gitu,  kan  loe  yang  menang”  kata  Desta  yang masih

manyun.

“janji ya Des!! Traktir kita’’

“okey!! Tapi kan gue janjinya ama yang ikut maen bukan sama loe Ra”

“huh..Desta pelit!!!”

“tapi  masa’  Memed   ikutan  maen  dia  kan  cewe’  emang  ada  permainan   basket

campuran?”

“ada donk buktinya tadi barusan kita maen campuran”  bela Luna.

“ya udah dari pada marah-marah loe gak usah traktir deh lagian taruan kan dosa”

“yah Medi….’’ kata Rara, Mia, Luna serempak.

Wajah Desta yang tadinya manyun L jadi senyum J diantara temen-temenku mungkin Cleo lah yang sangat mengerti aku apalagi hanya dia yang tau rahasiaku kalau sebenarnya wajahku yang sekarang bukanlah wajah asliku sebelumku sekolah ditempat ini aku telah lebih dulu bersekolah di kota pelajarYogyakarta. Kurang lebih satu tahun lalu aku mengalami kecelakaan hingga wajahku rusak, dan eyang putri memutuskan agar dokter mengoperasi plastik wajahku. Aku sangat suka bercermin karena dengan bercermin aku dapat melihat diriku dan impianku adalah ingin melihat diriku yang dulu dengan wajah yang dulu.

JJJ

“ugh…bete’ banget pagi-pagi gini udah kedengeran cekikikan ma’ lampears de..ka..ka selalu saja gank Desy itu bikin ulah setiap waktu’’    kataku kesal.

“huss…memed omongan kamu kasar banget. Kamu kan cewe’ alias seorang akhwat jaga donk omongan kamu !!!’’

“ iya-iya deh sorry abiz gue sebel banget ama tingkah mereka bikin orang bete’aja”

“emang tuh gank mereka suka bikin ribut sama orang laen, gue aja pernah dilabrak gara-gara dikirain ngerebut cowo’nya si Aldo itu”  kata Mia yang lagi ngemot permen.

“wah kalo itu sih namanya nyari ribut” kata Dhika ketus.

Tiba-tiba gank Desy menghampiriku.

“Gubrakkk!!!!”    suara meja yang dipukul Desy, temen-temen lain yang melihatnya hanya diam. Sunyi tak keluar suara sedikit pun berbisik-bisik pun mereka enggan.

“eh loe berani loe ama gank gue?” tanyanya kasar

Sebenarnya aku malas meladeni si pembuat ulah itu, kata-katanya yang terus-menerus mencaci-makiku membuatku kesal lalu ku tampar pipinya. dari sorot matanya terlihat sangat marah pipinya pun memerah karena kutampar, mereka cepat-cepat pergi karena malu sebelumnya mereka berlalu Desy yang jadi pentolan ganknya mengancamku.

Hhh….mengapa sekarang aku cepat sekali emosi sebenarnya aku malas tapi kesabaranku juga ada batasnya teman-teman yang melihat kejadian ini ada yang bertepuk tangan membuat suasana yang tadinya sunyi senyap jadi berisik aku sedikit heran untuk apa mereka bertepuk tangan. Sementara sahabatku yang lain hanya beristigfar dan memperingati  ku  agar  kejadian  tadi  tak  terulang  lagi.

JJJ

Pulang sekolah kujalan sendirian menikmati pepohonan yang rindang, tapi udara

yang terik membuatku risih dan ingin cepat-cepat sampai rumah. Teringat pula aku pada

eyang putri di rumah. Di rumah yang besar ini aku hanya tinggal bertiga aku, eyang dan bi Sariah entah kemana ayah dan ibuku setiap ku tanyakan pada eyang ia tak pernah memberitahuku. Sepertinya ada yang ia sembunyikan dariku. Sejak kecil aku tinggal bersama eyang dan bi Sariah, aku tak bahagia setiap aturan-aturan yang eyang buat selalu membuatku bosan aku tak leluasa menikmati masa remajaku aku terkekang di dalam rumah. Rumah itu bagai penjara buatku maka itu aku selalu tak betah dirumah.

Aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri mengapa eyang tak pernah menceritakan tentang kedua orang tuaku. Bagaimana keadaannya apa mungkin kedua orang tuaku masih hidup atau sudah tiada, aku juga mencoba bertanya pada bi Sariah tapi ia juga bungkam. Sepertinya mulutnya dikunci eyang agar tak menceritakan apa-apa kepadaku.

Bagiku eyang adalah orang yang paling egois, ia orang yang tegas selalu ia menasehatiku dengat logat jawanya yang sering sekali membuatku tak mengerti. Hanya kadang-kadang ia menyelipkan setiap kata-katanya dengan bahasa Indonesia yang baku, karena itu setiap eyang menasehatiku dengan logat jawanya jarang kuketahui maksudnya.  Sebenarnya walaupun sikapnya yang keras itu aku tetap menyayanginya, karena yang kuketahui selama ini eyang lah yang membesarkan aku.

Eyang yang mulai tua dengan wajah yang keriput dan rambut yang mulai memutih,  kadang aku sedih jika memikirkan berapa lama lagi aku bersama eyang. melihat kondisi nya yang sudah sangat tua dengan umur lebih dari enam puluh tahun.   Aku sering membantah perintahnya. Hanya karena aku tak suka dikekang oleh adat jawa yang harus lemah lembut, bertutur kata yang sopan dan lain lain. jelas itu semua sangat bertentangan dengan kepribadianku. Aku orang yang tak suka diatur-atur dengan tata krama yang susah ku mengerti.

Eyang selalu mengajarkan adat jawa, bukan adat jawa biasa, tapi eyang mengajarkan tata krama orang jawa bangsawan kraton. dan itu pun ia ajarkan setelah aku menginjak usia remaja.  aku tak mengerti, aku lebih bahagia bila bersama sahabat-sahabatku disekolah mereka selalu membuatku senang dikala hati ku sedang gundah, menegurku jika aku berbuat salah dengan bahasa remaja yang tak pernah seakan mengguruiku.

Aku lebih senang jika di beri nasehat oleh orang yang mengerti jiwa remaja seakan tak digurui dan ditekankan. contohnya saja Andini dan Dicky mungkin merekalah yang beda di antara yang lain mereka berdua lebih banyak mengerti tentang nilai-nilai Islam mereka pun aktif di organisasi IRMS Ikatan Remaja Muslim Sekolah. cara pandang menurut mereka berdua lebih menyenangkan dan mudah ku pahami.

JJJ

“eh Medi,  tau gak ada berita gosip baru sekarang?’’

“emangnya ada gosip apa Ra?”  tanyaku penasaran.

“si Mia lagi jatuh cintrong dan bla…bla…bla…”  si Rara menjelaskan panjang lebar.

Rara yang terkenal wartawan gosip intern sekolah sedang melancarkan aksinya. selalu saja ia memberitahu berita-berita hangat. Lalu ia sebarkan ke seantero sekolah mulai dari berita pulang cepet,  libur dadakan karena guru rapat, kisi-kisi ulangan guru yang kkn dengan murid les dan banyak lain. Secepat kilat gosip yang ia sebarkan sampai-sampai Para guru, Kepsek, bahkan mang Udi penjaga sekolah pun tau semua gosip dari Rara.

“eh emangnya Mia lagi kesem-sem ama siapa?’’ tanya Desta yang ikut-ikut ngegosip.

“eng..ing..eng..’’   semua berkumpul mendengarkan ocehan Rara semua siswa dibuat penasaran olehnya.

“ayo donk Ra, kasih tau!!’’  tanya Luna yang terus-menerus mendesak Rara.

“iya deh si Mia itu…”

“iya kenapa si Mia?”

“Mia lagi suka sama Anggi ketua Rohis dan IRMS’’

“Hahhh… yang bener?’’  banyak siswa yang tak percaya apalagi para siswi

Si Anggi terkenal seorang ikhwan yang selalu menjaga jarak ama yang namanya cewe’ alias akhwat.  Anggi terkenal cowo’ paling kece sesekolahan udah gitu alim, pinter lagi siapa sih cewe’ yang gak kesem-sem kalo ngelihat dia, tapi sayang gak satupun cewe’ yang berhasil naklukin Anggi semua yang mencoba mendekatinya termasuk si centil Desy DI TOLAK!!! katanya jangan kan cewe’ model Mak’ lampears model Britney Spears aja ditolak.

Cinta memang dapat merubah segalanya, Mia yang tadinya tatir eh maksudnya tampang kuatir sekarang jadi lebih pede tapi gimana dengan ku aku malah sebaliknya jadi ciut en takut kalau-kalau orang yang aku suka tau kalau aku suka padanya.

Dhika, Dicky, dan Desta temen-temen cowo’ yang paling dekat dengan ku diantara teman-teman yang lain akusebut saja mereka tiga de’ atau yang lebih kerennya three ‘D’ boys.  Dhika yang jangkung banget baek juga lumayan pinter bahasa inggrisnya jago maen basket tapi biar gimanapun di banding aku dia lebih jago maennya, tapi kenapa juga dia lebih aktif di eskul voli yah? Ah gak tau deh.  Dicky, dia saingan ku kalo lagi maen basket orangnya lebih alim diantara yang lain dia juga sering nasehatin aku kalo ada masalah dia lebih aktif di organisasi Rohis IRMS dan pinternya di pelajaran matematika.  Nah temenku yang satu ini si Desta namanya orangnya sok jago, nggak mau ngalah suka nyebelin apalagi kalo gak ada ide rasanya garing banget tapi sebenernya dia tergolong anak yang baik kadang kalo lagi rajin wuihh…beda banget dari biasanya anaknya gaul abizz tapi aku percaya dia bisa jaga diri dari hal yang negatif.

“akhir-akhir ini gue sering gak tenang Cley. Apalagi kalo lihat cermin, lihat diri gue sendiri emang selama ini gue merasa diri gue ini bukan diri gue yang sebenernya bayang-bayang cermin masa lalu selalu menghantui diri gue, gue jadi gak tenang Cley gue sedih gue pengen banget bisa lihat diri gue yang dulu tapi, apa mungkin??”

“iya gue ngerti kok perasaan loe gue juga tau kalo loe masih trauma dengan kecelakaan yang dulu”

“bukan itu aja Cley gue sering merasa entah di alam sadar atau nggak gue lihat diri gue sedang bercermin dengan wajah yang dulu dia senyum sama gue dia bilang kita akan bertemu nanti”

“masa’ sih Med mungkin itu cuma mimpi kali udah jangan dipikirin terus anggep aja itu cuma bunga tidur”

“iya Cley, gue selalu berusaha cuma loe Cley yang tau rahasia gue”

“iya loe tenang aja deh rahasia loe aman ditangan gue”

“masih ada lagi yang membebankan pikiran gue, gue gak tau siapa kedua orang tua gue  selama ini eyang selalu merahasiakannya dari gue”

“iya Med, sekarang loe tenang aja pasti semua yang dirahasiakan selama ini pasti akan terbongkar juga gue tau kok sifat eyang loe itu emang rada kolot beda banget ama kita”

Segala uneg-unegku ku katakan semuanya pada Cleo. Cleo sahabatku sedari kecil sejak lama berteman dengannya saat aku dibawa ke kota bandung ini ia pun turut bersamaku ia meminta kepada kedua orang tuanya untuk ikut bersekolah di kota ini, ia sahabat yang baik dan manis semoga tak ada lagi yang membebankan pikiranku.

Ya Allah apa mungkin aku bisa lihat wajahku yang dulu? Aku pengen banget lihat wajah asliku sebenernya hatiku masih sedih atas kejadian itu tapi apa daya diriku yang lemah ini karena semua hal yang terjadi adalah kehendak-Mu Ya Allah. Ya Allah mudah-mudahan aku bisa lihat wajahku yang dulu walau hanya dalam mimpiku saja.

JJJ

Rembulan disaat malam memang indah tiada tara ditemani pula oleh sang bintang

impian  yang  memantulakan cahayanya. Di tambah dingin yang bertengger di punggung-

punggung bukit lekukan-lekukan pepohonan yang menggelombang, hewan malam berbunyi bersahut-sahutan dimalam yang redup minus cahaya, kelopak mata pun mulai meredup aku pun akhirnya tertidur…

Akhirnya pun akan berakhir juga tiba-tiba tersadar jam lima pagi aku bangun selesai shalat lalu mandi dan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat sekolah sama seperti biasanya banyak hal yang membuatku bete’ pagi-pagi gini pak Adi yang terkenal killer langsung menyuguhkan menu pelajaran baru ‘Fungsi Komposisi & Fungsi Invers’selesainya ia menerangkan ia langsung memberi latihan ulangan harian.  Semua siswa terbelalak Desta memberanikan diri memprotes ulangan mendadak ini baginya ulangan mendadak ini sungguh sangat tidak adil. betapa tidak? Tiga hari lalu kelasku mengerjakan soal ulangan lalu sekarang ulangan lagi? Hhhh……benar-benar menyebalkan.

“interupsi pak!!! Rasa-rasanya baru tiga hari lalu kita latihan ulangan masa’ sekarang ulangan lagi?’’

kata Desta dengan sok-sok pake interupsi udah kayak DPR/MPR aja padahal mah Desta nggak tau apa artinya spontan karena mendengar Desta, pak Adi melotot kearahnya dan ia berkata.

“interupsi kamu DI TOLAK!!!’’

Wahhh akhirnya dengan berat hati dan rasa kecewa yang teramat mendalam para siswa mengerjakan  soal-soal  itu. Soal  matematika kali ini tergolong cukup sulit hanya Andini dan Dicky yang terlihat anteng-anteng aja dan Desta yang dari tadi celingak-celinguk cari contekan tertangkap basah saat mencoba mencontek lembar jawaban Dhika,  akhirnya Desta di setrap didepan kelas.

Satu jam pun berlalu pak Adi membahas ulangan tadi dan ia menunjuk beberapa orang untuk mengerjakan soal tadi di papan tulis. Alhamdulillah aku selalu selamat dari mata tajamnya pak Adi kasihannya si Luna dia terus yang disuruh maju. kata pak Adi, Luna mengingatkan pada kucingnya peliharaannya dulu waktu kecil karena namanya sama-sama  -Luna-.

Saat ini aku menjadi lebih aktif di eskul IRMS dengan dorongan Andini,  anak bandel macem Desta juga jadi lebih rajin karena diajak Dicky.  Cleo dan Mia juga jadi lebih aktif di IRMS mungkin Rara dan Luna masih belum tertarik masuk eskul itu. Mia yang dulunya males banget sekarang lebih rajin apalagi kalo sering ikut IRMS berarti membuka peluang untuk mendekati Anggi. Sayang Anggi tetap pada pendiriannya ia tak mau berpacaran karena pacaran adalah bentuk dari perbuatan zina.!!! Dan sangat dilarang oleh ISLAM.

Mia kecewa, Alhamdulillah karena keaktifannya sekarang di IRMS bukan karena Anggi tapi mungkin sekarang ia mau merubah diri agar menjadi lebih baik.  Andai Rara juga ikut aktif di IRMS pasti ia akan sadar kalo ngegosip  atau ngomongin orang itu dosa. dan putuslah karirnya sebagai wartawan gosip intern sekolah  atau Luna yang suka bikin orang ketawa sampai terbahak-bahak kalo dia tau dan masuk IRMS pasti dia akan sadar kalo membuat orang sampai tertawa terbahak-bahak itu dosa, karena hanya syetanlah yang tertawa terbahak-bahak  jika banyak tertawa didunia maka banyak menangislah di akhirat.                                                      JJJ

Foto berbingkai unik dan menarik foto itu saat wajahku belum dioperasi terpajang diatas rak buku dekat meja ruang keluarga. Secara tak sengaja dilihat oleh Dicky dan Andini saat belajar kelompok dirumahku beberapa waktu yang lalu. Aku  sedikit was-was takut kalo mereka akan menanyakannya, dugaanku benar mereka berdua menanyakan foto itu.

“Med, ini foto siapa?” tanya Dicky dengan matanya yang terus-menerus memperhatikan foto itu.

“nggak tau” jawabku pendek sedikit gugup.

“eh udah jangan diliatin terus’’ kataku.

“Med, ini foto siapa sih??’’ tanya Dini penasaran.

“duh gue gak tau itu foto siapa, foto eyang gue kali’’  ups…jawabku asal.

“apa..!! foto eyang putri loe??” tanyanya memaksa seakan tak percaya.

“iya maksud gue itu foto eyang gue waktu masih muda. Udah yuk kitakan lagi ditunggu anak-anak didepan”  ajakku mengalihkan pembicaraan.

Tentu aja Dini dan Dicky tak percaya dengan jawabanku yang seakan memaksa karena aku gugup, aku jadi salah bicara, aku tak tau apa yang harus aku katakan yang penting saat ini mereka tak boleh tau.

Seminggu kemudian……J

“hehh… tau gak??”

“emang apaan Ra??”

“liat tuh ada anak baru cakep banget gue aja sampai ngiri!!”

“ah yang benerr…jarangkan ada murid baru disemester dua ini?”  kata Dhika.

“Ye…kalo nggak percaya yaw udah’’

“mana…mana…???’’ tanya Desta ikut-ikutan

“itu tuh yang rambutnya tergerai panjang, pake bandana biru muda dia sekarang lagi ke ruang Kepsek masa’ gak liat sih!!”

“iya bener bener cakep banget, ajegile!! kalo dia jadi sekolah disini bakal gue jadiin cewe’ gue”

“Subhanallah…”

“eh..nyadar loe mana mungkin cewe’ secakep dia mau sama loe!!!”

“iya bener Des, jangan mimpi disiang bolong donk!”  tambah Luna.

“terserah loe-loe pada deh liat aja nanti!!’’  kata Desta yang bener-bener Pede banget.

“Med, tau gak katanya ada anak pindahan yang taope”

“oh ya.. siapa Cley?”

“ah gue gak tau katanya sih cantik, kayaknya dia bakal jadi primadona disekolah kita deh”

“emank loe dah liat orangnya??” Tanya Andini penasaran.

“belum sih habis gimana mau liat tuh liat aja anak-anak udah menuhin pager sekolah”

“eh iya bener gue udah liat anak pindahan itu emang cakep udah kaya’ artis aja’’

“nah.. sekarang tugas gue cari tau siapa anak pindahan itu’’ kata Rara senyum-senyum sambil membetulkan letak kacamatanya laganya sih udah kayak deduktif aja.

Eh salah maksudnya detektif gitchu loh!!!

JJJ

Bel berbunyi nyaring siswa-siswa terpaksa masuk kelas apalagi banyak diantaranya yang kecewa gara-gara belum liat anak pindahan itu. Jarang-jarang kan ada anak pindahan yang cakepnya kayak artis ahhh…artis aja rasanya kalah.

Satu jam pelajaran berlalu entah mengapa hatiku cemas seperti ada sesuatu yang akan terjadi keringat dingin tak terasa keluar dari tubuhku nggak biasa-biasanya aku begini.

“Cley, gak tau kenapa gue merasa cemas”    kataku kepada Cleo.

“iya sama gue juga dari tadi merasa was..was..tapi gak tau kenapa  aneh..!!”

Ternyata anak baru itu pindahan dari kota Bogor yang membuatku tak percaya wajahnya itu mirip sekali denang wajahku yang dulu.  Ya Allah aku tak percaya dengan semua ini keinginanku selama ini ternyata terkabul. Mataku terus melihatnya sesekali aku melihat Cleo yang diam terbengong-bengong melihatnya. Semua siswa seakan tersihir oleh kedatangannya banyak siswa yang ingin berkenalan dengannya sampai-sampai minta tanda tangan segala. Anak baru pindahan itu sekarang sekelas denganku.

Namanya Mauritania…

“Med, mimpi loe jadi kenyataan”  kata Cleo

“Med, kok wajahnya mirip banget sama yang ada di foto dia saudaramu kali”  kata Dini berbisik tepat ditelingaku.  Aku tak menjawab apa yang Dini tanyakan kulihat Dicky diam tak berkomentar apa-apa sementara suasana semakin riuh. Teman-teman yang lain mengelilingi anak baru itu sama seperti aku dulu saat baru pindah disekolah ini hhhh…memang aneh…

“Med, kayaknya kepopuleran loe bakal digantiin dia deh”

“apa maksud loe Ra? ”

“maksud gue kepopuleran dia bakal ngalahin loe”

“itu sih artinya sama aja atuh” kata cleo.

“terserah deh tapi saat ini gue sama sekali nggak mikirin kepopuleran gue”

Pak guru lalu menjadikan suasana seperti sediakala, wajahnya, tinggi badannya, rambutnya pun sama denganku. ia berjalan santai melewati jalan di sampingku. Seakan ia menjadi  artis di sekolah ini. Siswa cewe’ juga cowo’ seperti tersihir saat kedatangannya, Rara yang terkenal wartawan gosip ikut-ikutan sibuk mencari tau identitasnya tergerak keinginanku ingin juga mengetahui siapa dia sebenarnya untunglah ada Rara yang selalu siap memberitahu apa saja tentang anak baru itu.

JJJ

“Medi…Mediterania dan Mauritania nama yang hampir mirip berinisial M dengan akhiran ‘nia’ sungguh takjub!!!”  kata Cleo sambil memandangiku aku terdiam dipojok teras kelas tak ada semangat tuk berkata-kata.

“Med, loe kenapa kok kayaknya loe jadi murung?”

“ah nggak gue cuma merasa aneh aja dengan ini semua”

“iya memang Maura datang dengan wajah loe yang dulu”

Teman-teman ku tak henti-hentinya memuji kecantikan Maura.

“Med, loe kenal Maura??’’    tanya Dicky penasaran.

“sungguh gue sama sekali nggak kenal Maura”

“tapi..foto di rumahmu itu??”

“gue mesti bilang gimana lagi biar loe percaya,!! gue bener-bener gak kenal sama Maura”

Maura gadis cantik yang sedang dibicarakan tiba-tiba mendekat.

“Hallo Dick, loe sekolah disini juga rupanya!”  Dicky yang ditanya hanya mengangguk, gadis itu berlalu dengan tatapan sombong melihatku dengan matanya yang tajam seakan menyayatku

“Dick loe kenal Maura?” tanyaku.

“iya”    dengan jawaban yang singkat tapi pasti.

Aku terus mendesak Dicky agar dia memberitahuku siapa sebenarnya Maura.

“Med, sebelumku ceritain semuanya kekamu seharusnya jangan simpan rahasia pedihmu sendirian. Kamu tanya siapa Maura aku Tanya siapa foto itu!!!”

Aku terpojok kurasa Dicky mulai curiga dengan apa yang aku rahasiakan selama ini akhirnya dihadapan teman-teman dekatku Cleo, Dini, Mia, Luna, Rara, Dicky, Dhika, Desta aku ceritakan semuanya dengan tak ada kata tertinggal sedikit pun.

“mungkin kalian gak akan percaya dengan apa yang gue ceritain sebelum gue sekolah disekolah ini terlebih dulu gue sekolah di SMA swasta Yogyakarta tapi bukan dengan wajah ini yang sekarang kalian lihat selama ini mungkin kalian merasa tertipu dengan wajah ini, wajah ini bukan wajah asli gue saat gue pulang sekolah gue mengalami kecelakaan dan wajah gue rusak parah. Lalu eyang setuju dengan saran dokter yang menganjurkan wajah gue sebaiknya dioperasi plastik dan foto yang Dicky dan Dini lihat kemarin lalu dirumah itulah foto sebelum wajahku dioperasi, wajah yang mirip dengan Maura bahkan gue anggap sama”

Teman-teman yang mendengarkan kisah sedihku sedikit tak percaya tapi akhirnya mereka benar-benar percaya. Mereka terdiam dan ikut prihatin dengan kejadian yang aku alami.

Selanjutnya, Dicky menceritakan kepadaku. Tentang mengapa ia sangat mengenal Maura. Ternyata Maura adalah teman kecilnya, Maura anak seorang pemilik kebun teh yang kaya. Ia anak semata wayang, kedua orang tuanya sangat menyayangi Maura. Mungkin karena karena Maura anak satu-satunya terlebih lagi ia sering sakit, entah sakit apa. Tak Dicky ketahui yang jelas ia sering tidak masuk sekolah bahkan sampai pergi ke Singapura hanya untuk berobat, Maura cenderung menjadi pribadi yang keras.

Tapi apakah semua itu ada hubungannya denganku? Mengapa aku sering merasa kalau Maura yang sebelumnya sangat dekat denganku, setelah berminggu-minggu kucoba mendekatinya ia memang cenderung terlihat manja dan keras kepala. Seminggu ia tak masuk sekolah, orang tuanya mengabarkan kalau Maura sedang sakit.

Aku jadi terus penasaran mungkinkah kalau Maura yang ada dimimpiku itu, pernah kukatakan semua tentang Maura kepada eyang, semua kemiripan yang ada didiriku dan Maura. tapi eyang terlihat tak senang ia malah menyuruhku agar menjauhi Maura. Mengapa…? Mengapa eyang melarangku berteman dengan Maura, adakah yang salah pada Maura??.

Akhirnya ku ketahui semua rahasia yang terpendam selama bertahun-tahun, bi Sariah yang menceritakan semuanya padaku, dan tentang Maura. Kedua orang tuaku telah

lama tiada, sebelumku dilahirkan kemuka bumi ini ayah tlah tiada. Ayah mengidap penyakit kanker. Lalu tak lama setelah itu ibu juga meninggalkan aku, ibu meninggal saat melahirkan aku. Ternyata aku punya saudara kembar, ibu yang memberi nama Mediterania dan Mauritania. Akulah yang diberi nama Mediterania dan sang adik Mauritania diadopsi oleh seseorang yang kaya raya. Aku sangat sedih setelah tahu semuanya. Ternyata Maura memang benar pernah dekat denganku. Sangat dekat, didalam kandungan ibu.

Setelah itu kucoba katakan semua ini kapada Maura, tapi sayang ia tak mempercayainya. Kedua orang tua angkatnya berusaha memisahkan aku dengan Maura. Kuketahui dari saptam penjaga rumah Maura, Maura berada di rumah sakit, penyakitnya kambuh lagi. Dengan ditemani teman-teman  aku menuju rumah sakit.

“pak, saya mohon ..saya ingin bertemu Maura’’

“maaf nak, Maura tidak bisa diganggu, dia sakit jika kamu peduli padanya lebih baik kamu jangan menemuinya lagi !!!”

Kedua orang tuanya selalu saja mencegahku, aku tak dapat masuk ruangan menemui Maura, dengan hati sedih aku mundur, mungkin memang ini yang lebih baik untuknya. Tiba-tiba Maura menjerit memanggil namaku seketika itu aku mencoba menerobos kerumunan orang yang menjaga Maura.

Kulihat ia  dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Bukan Maura yang cantik itu, tapi ia lebih mirip seperti seorang gadis lemah dengan wajah pucat seperti mayat kalau tidak tertulis di tempat tidur namanya, aku hampir tidak mengenalinya lagi.

“kakak..”  katanya lirih.     “apa benar kau kakakku??” aku tak menjawab pertanyaanya yang ada dalam pikiranku adalah sesuatu yang tidak akau inginkan.

“Maura …jangan pergi kita baru saja bertemu setelah limabelas tahun dipisahkan’’

“Medi… Maura.., maafkan eyang, selama ini eyanglah yang bersalah’’  kata eyang dengan penuh penyesalan yang mendalam, aku sedikit tak percaya mendengar penyesalannya, aku tak percaya saat eyang menangis, eyang yang kukenal selama ini adalah eyang yang kuat, berwibawa, dan sangat otoliter. Tak pernah kulihat kesedihan pada dirinya, tapi sekarang dengan wajah yang mulai keriput dan rambut yang memutih, ia menangis.

Maura yang baru tiga bulan kukenal  sudah tiada. Ia meninggal karena sakit yang dideritanya. Aku tak bisa menyembunyikan tangisku. Aku turut mengantarkan ketempat peristirahatan  sementara Maura. Di  batu nisannya  terukir  Mauritania binti Hermawan  lahir  15-9-1988 wafat 29-6-2004. sekarang bayang-bayang cermin benar-benar lenyap.

*****

Hesti Christiani

Selasa 30-8-2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s