Ramalan Flor

Posted: Oktober 1, 2009 in CerPen''Quwh

RAMALAN  FLOR

Tubuh laki-laki muda itu terbaring di sofa besar, mata elangnya menerawang ke segala penjuru ruangan yang tidak terlalu luas. Seakan ada beban berat yang menimpanya, otaknya bekerja mengingat-ingat sesuatu. Empat hari lalu ia baru saja baru sampai di kota Heidelberg setelah dua tahun lamanya meninggalkan kota itu. Dari wajahnya dapat diketahui ia seorang keturunan Eropa, wajah yang oval, alis dan bulu matanya yang tebal serta  kulit wajah yang putih bersih selalu tampak berseri karena selalu basah oleh air suci.

Ia memang seorang keturunan Eropa. Sang ayah asli dari negri Jerman dan sang ibu orang Malaysia yang saat ini berada di Kuala Lumpur, tapi adat dan budaya Malaysia lebih lekat didirinya. Di kota yang asing ini mulanya ia tinggal bersama sang paman, adik dari ayah. Tapi karena sering merasa tak enak hati ia memutuskan untuk mencari kos-kosan sendiri.

Bibirnya sedikit tersenyum saat mengingat sang paman, ia bangga pada pamannya yang juga sebagai muslim mengikuti jejaknya. Tapi sayang sang ayah masih menganut agama lamanya, mulanya saat menikah ayahnya masuk Islam tapi setelah kembali kenegaranya ia kembali juga ke agama yang sejak kecil dianutnya.

Ayahnya bukanlah ayah baginya, ia tak mau lagi menganggap ayahnya sebagai ayah kandungnya. Sama seperti perlakuan ayah yang yang menganggap ia bukan anaknya. Saat empat tahun lalu saat yang menyedihkan setiap hari ketika ia hendak menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, ayahnya memukul dirinya bukan hanya itu saja ia juga selalu dimaki-maki dengan perkataan yang sungguh sangat tak pantas dikatakan ayah kepada anaknya.

“kau gila Dirk, dasar kau anak aneh, untuk apa semua itu kau kerjakan?? Yang kau kerjakan setiap waktu hanya membuang-buang waktu dan tenaga saja,!!!’’ itulah yang sering diucapkan ayahnya saat ia ingin mengerjakan shalat.

Ayahnya yang bernama Reinhold itu sangat kaya raya, ayahnya juga mempunyai banyak cabang perusahaan diberbagai kota di Jerman. Pedih hatinya ketika terus mengingat perlakuan kasar yang diberikan ayahnya itu. Laki-laki yang sering dipanggil Dirk itu sebenarnya tidak menyukai nama yang diberikan ayahnya, ia lebih senang jika dipanggil Hamzah nama yang diberikan oleh ibunya.

Ia  berpikir,  dan  mengingat – ingat  kejadian – demi  kejadian  yang   selama   ini                                                                                                                                            membuatnya pedih di kota yang asing ini.

Dua hari lalu seorang gadis berparas sangat cantik mendatanginya bersama

kedua teman gadis itu. Gadis itu berpenampilan sangat menarik dengan berbalut pakaian muslimah lengkap jilbab berwarna biru muda yang sangat cocok dipakai gadis itu. Mulanya ia ragu dan sangat tak percaya takut kalau-kalau hanya jebakan saja.

“Dirk, pasti kau sangat tak percaya dengan semua ini tapi tolonglah percaya padaku!!”

“Kau.. sebenarnya, untuk apa kau datang atau hanya ingin menyakiti hatiku saja??”

“maafkanlah aku, maaf selama ini aku selalu menyakitimu, tapi sungguh sekarang ini aku tulus meminta maaf padamu sejak kau menghilang dari kota ini, aku terus mencarimu.”

Saat perbincangan terhenti hanya kata maaf yang terakhir diucapkan gadis itu permintaan yang  terasa sejuk dan tulus. Tapi laki-laki itu masih saja tak percaya dengan semua perkataan gadis itu. Semua kebencian yang tertanam dihatinya tak bisa begitu saja dilepaskan. Hatinya terlalu perih untuk menerima perlakuan-perlakuan yang sangat buruk dari gadis itu.

Matanya berkaca-kaca ia terus mengulang ingatan-ingatan yang dulu sebelum ia mulai tinggal dikota asing ini. Rekaman ingatan dibenaknya terus ia urutkan dari kejadian demi kejadian layaknya putaran episode dalam film.

JJJ

“Assalamualaikum…”  katanya dengan hati tenang. Sayang tak ada yang menyahut banyak diantara mereka yang mendengar acuh tak acuh. Malah ada yang mengatakan kalau yang barusan ia ucapkan tadi adalah sebuah mantra-mantra sihir.  Kala itu ia masih bisa menerimanya.

Seorang gadis bertubuh langsing bagai seorang model papan atas. Bibirnya berpoles lipstick berwarna merah tua dengan dandanan ala ghotic. Gadis itu bernama Flor dan dijuluki hexes. gadis  itu maju melesat mendekatinya, mata gadis itu seakan penuh kebencian padanya.

“hei kau!!! Kau anak baru rupanya….siapa namamu??    Tanya gadis  penuh selidik.

“nama saya Dirk Hamzah Marcharty”

“nama yang aneh….”     kata gadis itu sebelum pergi.

Mulanya memang sikap teman sekampusnya itu acuh tak acuh tapi setelah beredar isu tentang seorang laki-laki yang datang dengan membawa bencana, pikiran teman sekampusnya tambah buruk padanya. Isu itu disebarkan oleh gadis yang disebut-sebut sebagai Flor.  Banyak yang mempercayai perkataan gadis itu karena memang sejak lama gadis itu dikenal sebagai gadis peramal.

Hatinya penuh perasaan takut, ia takut dengan semua perkataan caci maki, dan perlakuan kasar yang diberikan untuknya. Tapi ia terus beristigfar ia masih mengingat bahwa kekuasaan Allah jauh lebih besar dibanding dengan ciptaan-Nya.  Hidup di kota kaum pembangkang agama memang sungguh ujian yang sangat berat.

Matanya mulai terpejam kala rasa penat dan lelah benar-benar mengalahkannya. Di rumah yang sederhana ini ia tinggal bersama paman yang berlainan agama, dirinya sering tak mengerti dengan cara ibadah yang dilakukan pamannya. Hatinya sungguh menolak ia tak tahan dan rasa hatinya ingin kembali ke negara asal ibunya.

Pamannya memang tak pernah mengusik saat ia melakukan kewajibannya, tapi sungguh ia takut jika perlahan-lahan pamannya mempengaruhinya untuk murtad.

“makanlah Dirk!!! paman telah membuat sarapan untukmu.’’   Kata paman yang sedang menyiram tanaman di samping rumah, tapi yang disuruh hanya diam saja sambil mengamati makanan yang telah disediakan itu.  tak ingin rasanya ia memakan makanan yang telah disediakan itu. Makanan yang dihidangkan itu adalah daging yang tak jelas daging apa.. yang jelas hatinya menolak untuk memakan makanan itu.

“kau tak perlu takut Dirk, paman tak menghidangkan daging babi yang menurutmu haram. Ini daging sapi jelas bukan daging babi seperti dugaanmu.”

“maaf paman bukan maksud saya yang tidak bisa berterima kasih, tapi maaf sekali lagi paman saya ….”     Kata-kata yang akan diucapkannya belum selesai, paman dengan cepat sudah mengerti maksud perkataannya.

“ya sudah, tapi  makanlah sayur dan ikan di lemari, paman juga tlah menyiapkannya. Paman tahu kamu masih ragu.”

JJJ

“hei..lihat anak aneh sudah datang,!!!”   kata Joe yang bertubuh atletis mengumumkan kepada teman-temannya.

“cepat-cepat..kita kerjai dia, anak aneh seperti dia tak pantas bergabung dengan kita”

kata seorang gadis bermata sipit bernama Nataya.

Sementara itu Dirk menjadi ragu memasuki ruang kelasnya, seperti ada beban berat yang sedang dipikulnya.

“hei…kau yang bernama Dirk ?“

“iya bu, ada apa ??”

“cepat datang ke kantor kau sudah lama ditunggu rector disana,!!!”

Kakinya tak jadi melangkah menuju kelas, ia berbalik arah menuju kantor

“tok…tok…tok…’’

“masuklah..!!!“ kata seorang laki-laki berumur sekitar lima puluh tahunan.

“ada apa pak ??” tanyanya penuh rasa curiga.

“saya hanya ingin mengutarakan kebanggaan saya pada anda. Baru beberapa bulan anda menjadi mahasiswa disini anda telah menunjukkan prestasi yang gemilang. Untuk selanjutnya raihlah prestasi yang lebih tinggi lagi saya yakin anda bisa.’’

Di lain tempat telinganya mendengar keributan besar dari kelasnya, ternyata ada seorang dosen yang sangat marah pada kelakuan beberapa temannya yang dianggap sangat tidak sopan dan tidak menghargai dosen itu. Baju yang dikenakan dosen itu basah akibat ulah teman-temannya yang jahil. Lalu dosen itu menyuruh beberapa orang tersangka yaang dianggap menjadi dalang dari perbuatan yang tidak baik itu untuk menghadap keseorang rector, dengan berbagai pertimbangan akhirnya mereka yang menjadi tersangka dikenakan skors.

Hati Dirk lega ia masih bisa sedikit tersenyum ia tahu sebenarnya yang mereka lakukan itu untuk mengerjainya tapi ternyata seorang dosen yang terkena batunya. Ia sangat bersyukur pada Allah yang membantunya dan melindunginya dari orang-orang yang akan berbuat jahat kepadanya.

JJJ

“Dirk kau akan mati!!!’’  kata Flor dengan penuh keyakinan.  Dirk yang diancam hanya diam, ia enggan berkata-kata lagi dengan gadis peramal itu.

“hei…,kau tak mendengar apa kataku tadi dasar aneh!!!’’

Dirk menoleh kearahnya hanya memandang Flor sejenak. Lalu kembali mengerjakan tugas yang diberikan dosen tadi.

“apa kau tak takut padahal sebentar lagi kau akan mati!!!’’

“apa maksud mu Flor..?”

“kau memang bodoh sudah berulang kali kukatakan kalo sebentar lagi kau akan mati“

“hhhh…’’sejenak menghela nafas. “Tuhanlah yang mengetahui kapan hari kematian seseorang, aku tidak tahu begitu juga kau!!’’

“jadi kau tak percaya kataku??’’.       “tidak!!!“  jawabnya singkat.

“apa kau lupa kalau aku dapat meramal semua kejadian ini. Baiklah jika kau tetap tak percaya apa kataku, nanti saatnya kau pasti akan tahu.’’

JJJ

“kau sudah pulang Dirk’’  kata paman tanpa menoleh kepadanya.

“iya paman’’             “kau terlihat sangat lelah. Istirahatlah dulu!!’’

“iya paman tapi nanti, sekarang aku ingin menemui seseorang’’

“siapa dia!!’’

“maaf paman walaupun aku jelaskan toh paman tak akan tahu’’

“iya..iya, baiklah cepat kembali ada bahaya yang sedang menunggumu!!’’

Dengan menggunakan sepeda lamanya, ia terus mengayuh sepeda itu sampai tujuan. Dan sampailah ia pada sebuah bangunan kecil mirip mushalla.

“Assalamualaikum…’’

“Waalaikumsalam’’  jawab laki-laki tua berjenggot. Laki-laki tua itu lebih dikenal dengan nama syekh Mustafa Al-Maraghi.

“ada masalah nak ?? kelihatannya kamu sedang tertekan.’’

“iya syekh, ada sesuatu yang mengganjal pikiranku’’

“tentang ramalan??’’

“iya…tapi bagaimana syekh tahu, padahal belum saya katakan’’ yang ditanya hanya tersenyum.

“percayalah nak, bahwa ramalan itu hanyalah bualan belaka. Kau harus tetap percaya pada kekuasaan Allah Tuhan yang Maha Tinggi Derajatnya………dan terus berhati-hatilah’’

Hatinya berangsur lega setelah mendengar nasihat syekh. Ia tambah yakin tak ada yang perlu ditakuti dari ramalan itu dan yakin bahwa Allah akan bersama orang-orang yang bersabar. Di jalan setapak yang rindang ia terus memuji keagungan Tuhannya.

“Dirk…’’  ia menoleh ke sumber suara yang memanggilanya tiba-tiba.. “Arrrghhh……”

Seseorang dari belakang memukulnya sampai ia tak sadarkan diri. Wajahnya yang tampan dan teduh itu penuh dengan luka. Saatnya sadar ia hanya meringis menahan rasa sakitnya.  Ia terus mencoba melangkah menuju rumah.

Dibalik semak-semak yang lebat seorang gadis tersenyum sinis.

“ini baru permulaan yang ringan Dirk, selanjutnya akan lebih berat lagi’’ gumamnya.

“Dirk kenapa kau?? Padahal sudah paman ingatkan’’

“kenapa semua berlaku kasar kepadaku paman’’   katanya balik bertanya.

“karena mereka melihatmu sebagai seorang yang asing’’

“tapi itu hanyalah alasan yang seakan dibuat-buat paman’’

“paman kagum pada pendirianmu itu seperti apakah ajaran yang diberikan dalam agamamu, sampai-sampai kau tak mau melepaskannya?’’

“suatu ajaran yang murni dan saya yakin kalau Allah akan melindungi saya’’

“apa perlindungan yang Dia berikan?? Buktinya kau sampai luka-luka’’

“Allah sedang menguji saya, Allah Maha Tahu, Dia tak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan umatnya’’

“tapi apa kau tak takut mati Dirk’’

“semua orang pasti akan mengalami kematian paman, tapi Allah akan memberikan kesenangan syurga bagi orang-orang yang berada di jalan-Nya.’’

“paman tak mengerti dengan apa yang kau ucapkan’’

JJJ

Lantunan ayat-ayat Al-Quran yang dibacakannya sangat merdu membuat hati setiap orang yang mendengarnya merasakan kedamaian.

“Dirk masih adakah ampunan yang diberikan Tuhanmu jika melakukan dosa yang besar?’’     tanya paman tiba-tiba. Dirk yang ditanya menoleh dan mengakhiri bacaannya.

“iya paman, tapi jika orang yang melakukan dosa itu segera bertaubat’’

“bagaimana jika paman bertaubat?’’

“apa maksud paman??’’

“bagaimana jika paman ingin memeluk agamamu, paman sudah lama merasa sangat muak dengan apa yang paman lakukan sampai sekarang’’

Tak ada kata lain yang bisa diucapkannya selain pujian syukur atas hidayah-Nya yang diberikan kepada pamannya itu.

“jika paman yakin dengan keputusan paman, saya akan segera mengajak paman pada seorang ulama untuk bersyahadat dihadapan umat muslim disana’’

“iya Dirk, paman siap’’  kata paman mantap.

Sampailah ia dan pamannya di rumah syekh Mustafa Al-Maraghi, ternyata semua yang dilakukannya tak sia-sia. Hatinya sangat senang setelah pamannya memeluk Islam. Tak ada lagi patung-patung tanda-tanda salib yang setiap hari disembah-sembah pamannya. Patung-patung dan tanda salib itu telah dimusnahkan pamanya. Di rumah yang sederhana ini penuh dengan kebahagiaan setiap waktu ia terus membimbing pamannya untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.

“aku akan berjanji sampai nyawa masih ada didiriku aku akan membimbing paman menemukan kebenaran dan keindahan Islam”  janjinya dalam hati.

JJJ

“Dirk kau benar-benar tak takut dengan ancamanku??’’

“tidak sama sekali Flor, saya lebih takut dengan ancaman Allah di akhirat nanti’’

“baiklah kalau itu maumu’’

Walaupun Flor terus mengancamnya tapi imannya tak kan goyah ia terus pada pendiriannya dan pergi menemui ibu di Malaysia.  Rasa bersalah menyelimuti hati Flor, sebuah kegoncangan dan kekhawatiran menyelimuti hati gadis peramal itu karena suatu ramalan yang terus menghantui gadis itu. Kegugupan yang luar biasa tercipta saat gadis peramal itu mencoba lagi-lagi memainkan kartu ramalannya, terus-menerus ia terus meramal sebenarnya siapakah yang akan celaka nanti.. benarkah Dirk…..??? keringat dingin membasahi keningnya yang mengkilap putih. Setelah bertahun-tahun memainkan kartu ramalannya baru kali ini gadis itu menemukan keragu-raguan ramalan terakhir itu meramalkan bahwa yang akan celaka nanti ialah dirinya bukanlah Dirk… Dan akhirnya Flor tak lagi mengancamnya, Flor menghilang entah kemana.

Gadis berjilbab yang dua hari lalu datang itu adalah Flor, gadis yang telah menemukan kebenaran sejati.

*****

Hesti Christiani

Minggu 11-9-2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s