Perbankan di era 1970-1990

Posted: Oktober 3, 2009 in TugaS kuL

Sumber: http://go-blog-go.blog.friendster.com/2008/01/perkembangan-perbankan-syariah/

PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH

Perbankan syariah atau perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) Islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama Islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha –usaha yang dikategorikan haram, dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.

Sebenarnya, fungsi-fungsi bank sudah dipraktekkan pada zaman Nabi Muhammad SAW, yakni menerima simpanan uang, pembiayaan, dan jasa transfer uang. Pada umumnya, satu orang hanya melakukan satu fungsi. Kemudian, baru di zaman Bani Abbasiyah ketiga fungsi perbankan dilakukan oleh satu orang yang disebut jihbiz. Barulah kemudian mengalami evolusi, ketiga fungsi perbankan dilakukan oleh institusi.

Sejarah Perkembangan dan Perbankan Syariah Dunia

Usaha modern pertama untuk mendirikan bank tanpa bunga pertama kali dilakukan di Malaysia pada pertengahan tahun 1940-an, namun usaha tersebut belum berhasil. Berikutnya, eksperimen dilakukan di Pakistan pada akhir 1950-an. Selanjutnya eksperimen pendirian bank syariah dilakukan di Mesir di Kota Mit Ghamr dengan nama Mit Ghamr Local Saving Bank. Bank tersebut merupakan bank yang paling sukses dan inovatif dari masa sebelumnya, serta memberikan inspirasi kedepannya untuk perkembangan perbankan syariah.. Pemimpin perintis usaha ini adalah Ahmad El Najjar. Perbankan syariah ini muncul tanpa menggunakan embel-embel Islam, karena adanya kekhawatiran regim yang berkuasa pada saat itu yang akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Eksperimen ini berlangsung sampai 1967, dan pada saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa.

Masih di negara yang sama, pada tahun 1971, Nasir Social Bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariah Islam.

Kemudian pada tahun 1974, berdirilah Islamic Development Bank yang disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam, yang berpusat di Jeddah. Bank ini menyerupai Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia, yaitu berfungsi sebagai penyedia dana untuk pembangunan negara-negara anggotanya. Bank ini secara eksplisit menyatakan diri berdasarkan pada syariah Islam.

Pada era 1970-an, usaha-usaha untuk mendirikan bank Islam sudah mulai menyebar ke banyak negara. Misalnya Dubai Islamic Bank (1975), Kuwait Finance House (1977), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal Islamic Bankof Egypt (1977), dan Bahrain Islamic Bank (1979) di Timur Tengah. Dia Asia-Pasifik berdiri Philipine Amanah Bank (1973) berdasarkan dekrit presiden, lalu Muslim Pilgrims Saving Corporation di Malaysia pada tahun 1983 yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji, dan Bank Islam Malaysia Berhad yang jadi tonggak perkembangan perbankan di Asia Tenggara pada tahun 1983.

Di Eropa tercatat sebagai bank syariah yang pertama kali beroperasi adalah The Islamic Bank International of Denmark di kota Denmark, pada tahun 1983. Sepanjang perjalanan waktu, kajian akademis maupun praktek operasional mengenai ekonomi Islam dan perbankan syariah terus dikembangkan. Untuk kajian akademis terdapat di University of Durham (Inggris), University of Portsmouth (Inggris), University of Harvard (Amerika) dan University of Wulongong (Australia). Kemudian Inggris telah menerbitkan sukuk (obligasi syariah), dan menjadi negara Barat pertama yang mengizinkan sukuk.

Sampai januari 2007, diperkirakan ada 300 bank dan institusi finansial bebasis syariah di seluruh dunia yang asetnya diproyeksikan akan tumbuh sebesar 1 triliun dollar pada 2013. Jepang juga sudah merencanakan akan mengenalkan sistem syariah dalam industri perbankannya untuk menarik nasabah dari Timur Tengah.

Sejarah Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia

Di Indonesia, pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia (BMI). Berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim Indonesia. Padahal, pemikiran mengenai perbankan syariah sudah terjadi sejak dasawarsa tahun 1970-an. Menurut Dawam Raharjo, saat memberikan kata pengantar buku Bank Islam Analisa Fiqih dan Keuangan, penghalangnya adalah faktor politik , yaitu bahwa pendirian bank Islam dianggap sebagai bagian dari cita-cita mendirikan Negara Islam.

BMI sempat terimbas dari krisis moneter pada tahun 1998, sehingga sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada BMI dan pada periode 1999 sampai 2002 BMI berhasil bangkit dan mendapatkan laba. Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah diatur dalam UU No. 16 tahun 1998 tentang perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan dan kemudian UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

Setelah BMI berhasil melalui krisis, barulah dari tahun 1998 sampai 2003 tercatat ada 8 bank lagi yang menawarkan jasa perbankan syariah. Riset yang dilakukan oleh Karim Business Cxonsulting di 12 kota pada tahun 2002 menunjukkan pasar potensial bank syariah tersebar kecil-kecil  pada sebaran geografis yang luas, sehingga strategi pengembangan dengan membuka kantor cabang akan memerlukan biaya besar. Strategi membuka cabang pembantu syariah di gedung yang sama dengan cabang konvensional, sebagaimana di atur BI, merupakan pilihan yang lebih efisien.

Ketika peraturan BI nomor 8/3/PBI/2006 dikeluarkan, hal ini mampu mendongkrak penghimpunan dana perbankan syariah dalam negeri dengan penerapan office-channelling. Aturan ini memungkinkan cabang bank umum yang mempunyai unit usaha syariah dapat melayani produk dan layanan syariah, khususnya pembukaan rekening, setor, dan tarik tunai. Sampai saat ini, office-channelling baru digunakan BNI syariah dan Permata Bank Syariah. Sejumlah 212 kantor cabang Bank Permata di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya sudah dapat melayani produk dan layanan syariah. Sementara tahap awal office channelling BNI Syariah dimulai 21 April 2006 pada 29 kantor cabang utama BNI di wilayah Jabotabek. Ditargetkan 151 kantor cabang utama BNI di seluruh Indonesia akan menyusul.

General Manager BNI Syariah, Suhardi, menjelaskan bahwa untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan syariah, diluncurkan BNI Syariah Card. Kartu ini memungkinkan nasabah syariah menggunakan seluruh delivery channel yang dipunyai BNI, seluruh ATM BNI, ATM Link, ATM bersama dan jaringan ATM Cirrus Internasional di seluruh dunia.

Hingga Desember 2006, di Indonesia terdapat 3 Bank Umum Syariah dan 20 Unit Usaha Syariah. Berdasarkan data BI hingga November 2006 tercatat pangsa bank syariah masih dibawah 1,6 persen. Walaupun begitu, potensi minat masyarakat terhadap perbankan syariah cukup tinggi, Cuma sebagian besar responden mengeluhkan kualitas pelayanan, termasuk keterjangkauan jaringan yang rendah. Kelemahan inilah yang coba diatasi dengan office-chanelling.

Sejarah Perbankan Indonesia (http://dirgtra84.blog.perbanas.ac.id/)

Sejarah Perbankan

  1. Asal Mula Kegiatan Perbankan

Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua Amerika. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang. Dalam perjalanan sejarah kerajaan tempo dulu mungkin penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan. Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakatyang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

  1. Sejarah Perbankan di Indonesia

Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada masa itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank yang ada itu antara lain :

  1. De Javasce NV.

  2. De Post Poar Bank.

  3. Hulp en Spaar Bank.

  4. De Algemenevolks Crediet Bank.

  5. Nederland Handles Maatscappi (NHM).

  6. Nationale Handles Bank (NHB).

  7. De Escompto Bank NV.

Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang asing seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank-bank tersebut antara lain :

  1. NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank

  2. Bank Nasional indonesia.

  3. Bank Abuan Saudagar.

  4. NV Bank Boemi.

  5. The Chartered Bank of India.

  6. The Yokohama Species Bank.

  7. The Matsui Bank.

  8. The Bank of China.

  9. Batavia Bank.

Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain :

  1. NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (saat ini Bank OCBCNISP), didirikan 4 April 1941 dengan kantor pusat di Bandung

  2. Bank Negara Indonesia, yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI ‘46.

  3. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko.

  4. Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo.

  5. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.

  6. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.

  7. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.

  8. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.

  9. Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.

  10. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.

Di Indonesia, praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syari’ah, dan juga BPR Syari’ah (BPRS).

  1. Karakteristik dan Fungsi Perbankan

Sejarah Bank Pemerintah

Seperti diketahui bahwa Indonesia mengenal dunia perbankan dari bekas penjajahnya, yaitu Belanda. Oleh karena itu, sejarah perbankanpun tidak lepas dari pengaruh negara yang menjajahnya baik untuk bank pemerintah maupun bank swasta nasional. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik pemerintah, yaitu :

  1. Bank Sentral

Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU No 13 Tahun 1968. Kemudian ditegaskan lagi dnegan UU No 23 Tahun 1999. Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang di nasionalkan di tahun 1951.

  1. Bank Rakyat Indonesia dan Bank Expor Impor

Bank ini berasal dari De Algemene Volkscrediet Bank, kemudian di lebur setelah menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang bergerak di bidang rural dan expor impor (exim), dipisahkan lagi menjadi :

  1. Yang membidangi rural menjadi Bank Rakyat Indonesia dengan UU No 21 Tahun 1968.

  2. Yang membidangi Exim dengan UU No 22 Tahun 1968 menjadi Bank Expor Impor Indonesia.

  1. Bank Negara Indonesia (BNI ‘46)

Bank ini menjalani BNI Unit III dengan UU No 17 Tahun 1968 berubah menjadi Bank Negara Indonesia ‘46.

  1. Bank Dagang Negara (BDN)

BDN berasal dari Escompto Bank yang di nasionalisasikan dengan PP No 13 Tahun 1960, namun PP (Peraturan Pemerintah) ini dicabut dengan diganti dengan UU No 18 Tahun 1968 menjadi Bank Dagang Negara. BDN merupakan satu-satunya Bank Pemerintah yangberada diluar Bank Negara Indonesia Unit.

  1. Bank Bumi Daya (BBD)

BBD semula berasal dari Nederlandsch Indische Hendles Bank, kemudian menjadi Nationale Hendles Bank, selanjutnya bank ini menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV dan berdasarkan UU No 19 Tahun 1968 menjadi Bank Bumi Daya.

  1. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)

  2. Bank Pembangunan Daerah (BPD)

Bank ini didirikan di daerah-daerah tingkat I. Dasar hukumnya adalah UU No 13 Tahun 1962.

  1. Bank Tabungan Negara (BTN)

BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank Tabungan Pos tahun 1950. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia Unit V dan terakhir menjadi Bank Tabungan Negara dengan UU No 20 Tahun 1968.

  1. Bank Mandiri

Bank Mandiri merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Expor Impor Indonesia (Ban Exim). Hasil merger keempat bank ini dilaksanakan pada tahun 1999.

  1. Tujuan jasa perbankan

Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan.

Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.

Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s